MONOLOG Tentang aku dan perihal patah hati, semuanya semu dan tabu jika aku tak bersanding dengan kata itu. Aku yang selalu dihempas oleh oleh cinta yang tak berbalas dengan kasih yang selalu orang lain rampas, padahal denganya aku selalu tulus. Untaian kata ku rangkai tanpa jeda setiap harinya. Sekarang sajaku bukan lagi perihal cinta melainkan tentang hati yang menginginkan sembuh dari patah yang selama ini membuatku rapuh. Selama hampir 3 tahun lamanya aku bergelut dengan isi hati yang selalu menginginkan dia kembali, aku tak berdaya. sebab hati ketika sudah mencinta benar-benar membuatku gila, selama itu juga setiap pergi ke tempat-tempat indah untuk menenangkan hati, hati ini selalu bernostalgia denganya ketika dulu. Aku terlalu bodoh dalam hal mencintai, aku rela melakukan apa saja demi cinta. Namun setelah pengorbanan yang aku lakukan selalu mendapat timbal balik yang tak sepadan, bahkan tidak ada harganya. Setiap hari rutinitasku hanyalah melupakanya, yang ...
Postingan
GURU
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ibu, Bapa guru . . . Jasa ibu sareng bapa samudayana, lir jaladri tanpa tepi, lir gunung tanpa tutugan, matri dina sanubari, mancuh dina lelembutan. Piwuruk miwah atikan kasuhun katampi pisan. Ibu, Bapa guru . . . Tilu taun sadayana sasarengan.. Tinangtos seueur kaleupatan sinareng kaluluputan.. Samemeh abdi sadayana lunta.. Abdi neda dihapunten tina galih nu wening Tina manah anu setra taya geuneu melekmek estuning clik putih clak herang. Ibu, Bapa guru . . .